Rabu, 20 Agustus 2014

10 Kesalahan Istri Terhadap Suami

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.
2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
1. Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
2. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
3. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
4. Lalai dalam melayani suami
5. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
6. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
7. Keluar rumah tanpa izin suami
8. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.
5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”
6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.”
Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)
7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]
8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.
Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.
9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.
Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.
10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.
Demikian beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.
amin…

Semoga bermanfaat
-Akbar 86-
Baca juga :

Jumat, 18 Oktober 2013

HIKMAH BERKORBAN


Hikmah Berkorban

 15102013.jpg
Assallamu allaikum Wr. Wb...
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Laailaha Illallahu Allahu Akbar.. Allahu Akbar Walillahi Ilham. Semangat berkorban selalu ada di hati, gema takbir akan dikumandangkan. Bila ada tulisan terselip dusta, pelayanan membekas lara, publikasi menoreh luka, semoga masih ada maaf tersisa. Taqbba lallahu minna wa minkum Allaahumma taqabbal yaa kariim. Kami segenap Keluarga Besar beserta admin Blog SMP Negeri 20 Mataram mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H. Minal aidzin wal faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bahtin.

Dalam kesempatan yang Allah berikan, maka lewat ini kami memberikan sebuah hikmah, yakni "Hikmah Berkorban Dihari Raya Idul Adha", Sehubungan dengan penyambutan hari besar islam yakni Hari Raya Korban atau yang dikenal dengan Hari Raya Idul Adha.

IDUL ADHA disebut juga sebagai Hari Raya Korban ataupun Hari Raya Haji. Ramai ummat Islam yang mampu menyembelih korban untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Ramai juga ummat Islam yang mencukupi syarat, menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah ilharam. Semangat pengorbanan yang telah dibuktikan oleh Nabi Ibrahim a.s. dilanjutkan pula oleh ummat Islam untuk membantu mereka yang susah.

Jika sifat suka berkorban ini meresap ke jiwa seluruh ummat Islam Isya-Allah akan terujud ketenangan dan kedamaian dalam masyarakat dan akan dekatlah jurang yang memisahkan antara yang kaya dengan yang miskin, antara yang kuat dengan yang lemah, antara penguasa dengan rakyat biasa.

Mereka yang kaya mengorbankan sebahagian dari pada hartanya untuk membantu mereka yang didalam kesusahan, seperti yang biasa dialami oleh fakir miskin, yatim piatu ataupun sesiapa yang memerlukan pertolongan. Mereka yang telah menerima bantuan sepatutnya mensyukurinya dan berusaha dengan sekuat tenaga tidak hanya bergantung kepada pemberian orang, Rasullah s.a.w.telah mengingatkan bahwa :

"Tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah"

Oleh karena itu perlulah kita bekerja keras untuk meningkatkan taraf kehidupan kita. Jika kita rajin berusaha, seperti mengolah (mengerjakan) tanah yang terbiar, menanam berbagai tanaman, memelihara hewan ternak, memilihara ikan dan sebagainya Insya-Allah disatu masa taraf kehidupan kita akan berubah kepada yang lebih baik.

Ibadah Haji ialah ibadah yang diwajibkan kepada mereka yang mampu mengerjakan sekali seumur hidup, Allah SWT berfirman yang maksudnya :

"Dan serulah manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengenderai unta yang kurus (disebabkan jauhnya berjalan) yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai munafaat bagi mereka dan supaya mereka menyebutkan nama Allah pada hari yang ditentukan, karena rezeki yang Allah telah anugerahkan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian dari padanya dan berilah makan orang yang sengsara dan fakir." (Qur'an. S.al-Hajj:27-28)

Sungguh besar manfaat yang akan diperoleh mereka yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji, antaranya, Insya-Allah akan terjalin perasaan ukhuwah Islamiah sedunia, menanamkan rasa persamaan, mendidik rohani dan jasmani kita supaya tabah dan sabar menghadapi cobaan. Dapat melihat sendiri tempat-tempat sejarah Nabi Ibrahim dan Ismail, tempat bersejarah ketika Rasulallah s.a.w dan sahabat berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan dan mengajak manusia kejalan yang benar jalan yang diridhoi Allah SWT yang terkandung dalam Islam.

Mereka yang datang menunaikan ibadah haji terdiri dari pada berbagai bangsa yang datang dari segenap penjuru dunia, dengan demikian kita saling berkenalan dan dapat mempelajari adat manusia dari berbagai bangsa dan suku puak.

Berbagai kesukaran dari mula mempersiapkan perbelanjaan untuk yang pergi dan untuk yang ditinggalkan. Kesukaran dalam perjalanan, kesukaran menghadapi berbagai ragam manusia, kesukaran cuaca yang berbeda dari tempat asal kita, dan sebagainya, semua itu akan membentuk diri dan peribadi kita menjadi manusia yang sabar dan tabah menghadapi cubaan hidup.

Kita berdo'a kepada Allah SWT semoga diampuninya segala dosa-dosa kita selama masa yang lalu, baik dosa yang mungkin kita telah lakukan terhadap diri ataupun terhadap mereka yang lemah. Kita mohon kepada Allah SWT semoga diterimanya segala amal ibadah kita dan akhirnya kita akan memperoleh Husnul Khatimah, akhir yang baik dan dapatlah kehidupan kita diberkati dan diberikan ketenangan dan diselamatkan.
Amin..

Kamis, 17 Oktober 2013

Mengantarkan Anak ke Masa Depan

Tuhanku
Jadikanlah  anakku   manusia  yang sehat,   kuat,  penuh
manfaat
Manusia yang tak berkeluh kesah di kala gelap pekat
Tetapi bersemangat menyalakan pelita bagi mereka yang tersesat
Menghadapi kekalahan dengan jiwa yang tangguh
Bila menikmati kemenangan, jadikan ia pandai bersyukun dan
cinta mengisi hatinya penuh
Dalam gelap dalam terang, dalam suka dalam duka ia selam mengingat-Mu sungguh
Jadikanlah anakku memiliki semangat bagaikan matahari
Yang menyinari alam dengan tulus tanpa henti
Menebarkan iman dengan cinta
MengUbah dunia dengan prestasi
Menjadikan hidupnya penuh arti
Dan bila sudah memiliki arti
Bolehlah bersiap untuk mati
Dan bila kelak datang hari perjumpaan
Basahkan bibirnya dengan memuji Ilahi Rabbi

Selasa, 04 Juni 2013

HIKMAH ( PINTU SURGA TERTUTUP BAGI SOMBONG )

PINTU SURGA TERTUTUP BAGI SI SOMBONG
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد باَتَمِّهما ابدا الابدين وعلى اله واصحابه واتباعه الى يوم الدين
Anakku sayang..
Segala puji bagi Allah, Sang Pencipta, yang paling berhak memiliki keagungan dan kesombongan. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada baginda Rasulullah, Muhammad saw, yang telah diberikan cahaya oleh Allah sehingga dengan cahaya tersebut dapat menyinari seisi alam.
Anakku sayang..
Pintu surga tidak akan terbuka bagi seseorang yang di hatinya terdapat sifat sombong. Nabi Muhammad saw  bersabda:
لا يدخل الجنة من فى قلبه مثقال حبة من خردل من كِبْرٍ
Tidak akan masuk surga bagi seseorang yang di hatinya terdapat kesombongan meskipun seberat biji sawi.
Tidak mungkin seorang muslim mencintai muslim yang lainnya bila di hatinya terdapat sifat sombong. Tidak mungkin seseorang dapat bersikap tawadhu, rendah hati, bila di hatinya terdapat sifat sombong. Tidak mungkin seseorang  tidak dengki kepada orang lain bila di hatinya terdapat sifat sombong. Tidak mungkin seseorang dikatakan jujur bila di hatinya terdapat sifat sombong. Tidak mungkin seseorang dapat memberikan nasihat yang baik kepada orang lain bila di hatinya terdapat sifat sombong. Tidak mungkin seseorang dapat menerima nasihat yang baik dari orang lain bila di hatinya terdapat sifat sombong. Tidak mungkin seseorang tidak merendahkan orang lain bila di hatinya terdapat sifat sombong.
Hanya Allah SWT yang berhak atas sifat sombong. Tidak diperkenankan makhluk ciptaan-Nya memiliki sifat sombong. Firman Allah dalam hadis qudsi:
يقول الله تعالى الكبرياء ردائ والعَظمة ازارى فمن ناز عنى واحدا منهما القيتُه فى جهنم ولا ابالى
Allah SWT berfirman: Kesombongan adalah pakaianku, sedangkan keagungan jubahku,. Barang siapa yang mengambil dari salah satu dari keduanya maka Aku akan lemparkan  ia ke neraka jahannam dan tidak akan aku pedulikan.
Anakku sayang..
Sombong berarti merasa diri lebih baik dari pada orang lain. Kesombongan bisa terjadi sebab ilmu atau kemampuan yang kita miliki, sebab ibadah yang kita lakukan setiap saat, sebab pangkat, jabatan, profesi yang kita sandang, sebab harta yang kita miliki, sebab ketampanan, kecantikan yang menghiasi diri kita, sebab nasab atau keturunan yang terhormat, dan sebab berbagai macam kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Bila diri ini merasa lebih sempurna sebab nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita maka itulah kesombongan.
Sebab sombong, manusia dapat menjadikan dirinya menjadi tuhan. Lihatlah Firaun yang mengaku dirinya sebagai tuhan.
فقال انا ربكم الاعلى
Firaun berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi” (Q.S An-Nazi’at:24). Kemudian Allah tenggelamkan Firaun di laut merah.
Sebab sombong, Iblis dengan angkuh menolak perintah Allah untuk sujud kepada  Adam .
قال ما منعك الا تسجدَ إنْ امرتُك قال انا خير منه خلقتنى من نار وخلقته من طين
Allah berfirman: “apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis: ”Saya lebih baik dari padanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. al-A’raf:12). Kemudian Allah usir Iblis dari surga dan di tempatkannya kelak di neraka jahannam.
Sebab sombong, seseorang dapat berbuat dzolim kepada sesama. Lihatlah Karun, sebab hartanya dia berbuat aniaya kepada sesama. Kemudian Allah benamkan ia bersama hartanya ke dalam bumi.
فخسفنا به وبدارِه الارضَ فما كان له مِن فئة ينصرونه من دون الله وما كان من المنتصرين
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya  (QS. al-Qoshos; 81)
Anakku sayang..
Mari sama-sama kita buang sifat sombong dalam diri kita. Bila ada nikmat yang Allah berikan kepada kita yang tidak dimiliki orang lain maka jangan jadikan nikmat tersebut menjadi sebab diri kita merasa lebih baik dari orang lain. Sebaliknya, bila ada nikmat yang Allah berikan kepada orang lain yang tidak kita miliki maka jangan jadikan nikmat tersebut menjadi sebab kita mempunyai perasaan bahwa orang tersebut lebih baik dari diri kita.Itulah sifat tawadhu atau renda hati, lawan dari sifat sombong.
Mengapa terdapat kesombongan di hati kita? Padahal kita ada di dunia ini berawal dari ketiadaan, kemudian Allah menghidupkan kita melalui debu lalu menjadi setetes air hina dina, dari tanpa kata-kata keluar ucapan, dari tanpa penglihatan kini tampak cahaya penglihatan, dari lemah tanpa daya timbul kekuatan ,dari ketidak tahuan lalu menjadi pandai,mengetahui mana  yang baik dan yang buruk, dari serba kekurangan enjadi serba kecukupan. Selanjutnya, kita tidak bias pastikan nasib kita di hari esok, apakah baik atau buruk? Kita tidak bisa menjamin untuk hari esok, untung atau rugi menimpa diri kita? Pada akhirmya, kita sampai ujung perjalanan , yaitu kematian. Allah cabut ruh dari tubuh, hilang pendengaran , penglihatan, pengetahua, kemampuan, rasa, gerak, kembali menjadi benda mati untuk kemudian dikebumikan lalu menjadi santapan ulat tanah. Perlahan tubuh ini rapuh untuk kemudian menjadi debu, kembali seperti awal pertama kali kejadian .
Bila kita telah mengetahui keadaan kita kelak seperti itu. Mengapa kita tetap sombong? Merasa diri lebih dari orang lain sebab ada nikmat yang Allah berikan kepada kita.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
ان الذين يستكبرون عن عبادتى سيدخلون جهنم داخرين
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari manyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina (QS. al-Mu’min: 60)          

HIKMAH ( RAJAB YANG AGUNG )

RAJAB YANG AGUNG
الحمد لله الذى تتحير دون إدراك جلاله القلوب والخواطر , وتدهش فى مبادى إشراق أنواره الأحداق والنواظر , المطلع على خفيات السرائر , العالم بمكنونات الضمائر , المستغنى فى تدبير مملكته عن المشاور والموازر , مقلب القلوب وغفار الذنوب , وستار العيوب , ومفرج الكروب . والصلاة على سيد المرسلين , وجامع شمْل الدين , وقاطع دابر الملحدين , وعلى اله الطيبين الطاهرين , وسلم كثيرا.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menetapkan bulan Rajab ada di antara dua belas bulan lainnya di sisi-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
ان عدةَ الشُّهورِ عند الله اثناعشر شهْرًا فى كتاب الله يومَ خلق السمواتِ والارضَ منها اربعةٌ حُرُمٌ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram, yaitu Rajab, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. (QS. Attaubah:36)
Shalawat dan salam, mari selalu kita haturkan kepada baginda Rasulullah, Muhammad SAW yang telah menginformasikan kepada kita bahwa bulan Rajab adalah bulan milik Allah.
قال عليه الصلاة والسلام : إن رجب شهر الله وشعبان شهرى ورمضان شهر امتى
Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan milik Allah, bulan Sya’ban adalah bulan milikku, dan bulan Ramadhan adalah bulan milik umatku.
Anakku sayang..
Hari ini kita masih berada di awal bulan Rajab. Bulan, di mana setiap keburukan dan kejahatan setiap hamba akan tertutupi sebab ada rahmat dan kebaikan Allah SWT. Bulan, di mana setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya menjadi 70 kali lipat. Bulan, di mana para Malaikat memohonkan belas kasih serta ampunan teruntuk umat Nabi Muhammad. Permohonan para Malaikat itupun langsung dijawab Allah SWT:
يا ملائكتى وعزتى وجلالى قد غفرت لهم
Wahai para Malaikat-Ku. Demi keagungan dan kemulyaan-Ku, sungguh telah Aku ampuni dosa-dosa umat Muhammad.
Anakku sayang..
Rajab berarti keagungan. Sebab bangsa Arab zaman dahulu, di masa jahiliyah, sangat mengagungkan bulan Rajab. Mereka buka pintu ka’bah selama satu bulan penuh. Mereka menghentikan peperangan, menyudahi rasa permusuhan di antara mereka, sebab menghormati bulan ini. Bulan ini adalah bulan kebaikan. Akan dicatat setiap amal baik. Akan diabaikan amal buruk. Para Malaikat pencatat amal manusia, terasa enggan, tuli, seperti tidak mendengar setiap kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Itu karena mereka mengagungkan bulan Rajab. 
Anakku sayang..
Alangkah merugi diri kita bila sampai bulan ini masih ada rasa dengki, rasa curiga, iri, amarah, hasud, sakit hati kepada orang lain. Sudah waktunya kita lapangkan dada untuk dapat memafkan, kita ulurkan tangan untuk saling memberi, kita tebar kedamaian meskipun hanya lewat senyuman, husnuzzan, kita baik sangka kepada orang lain. Bila kaum Jahiliyah, makhluk yang tidak bermoral saja dapat menghentikan sejenak perbuatan tercela pada bulan Rajab. Mengapa kita, sebagai makhluk yang bermoral tidak dapat menghentikan perbuatan tercela pada bulan ini?
Marilah di bulan baik ini, kita isi dengan memperbanyak puasa, kita bertaubat kepada Allah, menyesali setiap dosa yang telah kita perbuat di masa lalu, kita perbanyak mengingat Sang Pencipta. Nabi bersabda; 
قال عليه الصلاة والسلام انيبوا الى ربكم واستغفروا من ذنوبكم واجتنبوا المعاصى فى الشهر الحرام وهو رجب
Rasulullah SAW bersabda: Kembalilah kepada Tuhanmu pada bulan Rajab ini, minta ampunlah atas dosa-dosamu, dan jauhilah segala bentuk ma’siat.
Tidak lupa kita berdoa, semoga pesan bulan Rajab juga dapat sampai kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah perang saudara di kawasan Timur Tengah, seperti di Tunisia, Mesir, Yordania, Yaman, Bahrain, Suriah, Arab Saudi, dan diberbagai belahan dunia lainnya. Semoga damai dapat cepat tercipta di negeri mereka.
 اللهم بارك لنا فى رجب
Ya… Allah berkahilah kami di bulan Rajab ini
اللهم بارك لنا فى شعبان
Ya… Allah berkahilah kami di bulan Sya’ban nanti
اللهم وبلّغنا رمضان برحمة ومغفرة ورضوان
Ya… Allah panjangkanlah umur kami, sehingga kami dapat menjumpai bulan Ramadhan dengan mendapatkan  rahmat, ampunan dan ridho dari-Mu.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
وسارعُوْا الى مغفرةٍ من ربكم وجنَّةٍ عرْضُها السمواتُ والارضُ اُعِدّتْ لِلْمتّقينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imron:133)

Minggu, 02 Juni 2013

KUNCI SURGA YANG TERBUANG



KUNCI SURGA yang TERBUANG

Bila semua ibadah kita seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji  berjalan bagus. Maka kelak di akhirat akan diberikan semacam tiket atau kunci untuk masuk syurga. Tatkala banyak orang masuk syurga, ternyata kita yang telah mempunyai tiket masuk tak dapat memasukinya.

Apakah sebabnya?
Sedangkan amal kebaikan yang telah kita kumpulkan, bila dihitung jumlahnya sangatlah banyak. Namun kenapa bukan syurga yang kita dapatkan, malah sebaliknya  neraka jahannam-lah yang menjadi tempat kita?. “Itulah kunci syurga yang terbuang”.
Rasullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk syurga, orang yang memutuskan tali persaudaraan”. Karena itu, walaupun amal kebaikannya banyak, jika memutuskan hubungan tali silaturahim dengan sesama muslim, dia akan ditempatkan di neraka jahannam.

Mengapa demikian?
Karena manusia punya penyakit hati atau sok. Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Ali Ridla dikatakan bahwa “ketika sedang berkumpul  dalam suatu majelis bersama murid-muridnya (hawariyun), Nabi Isa AS menceritakan kelebihan yang diberikan Allah SWT padanya. Seperti menyembuhkan penyakit kusta dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.
Namun demikian, kata Isa AS, “ada satu penyakit yang aku tak mampu menyembuhkannya!”. Murid-muridnya bertanya jenis penyakit tersebut. Isa menjawab, “penyakit itu adalah penyakit hati (sombong)”.
Nabi Isa AS menjelaskan, penyakit hati (sok) memiliki ciri khas, yaitu merasa lebih dari yang lain. Merasa lebih hebat, lebih kaya, lebih kuasa dan lebih benar. Selain itu, orang yang sok itu juga suka membantah dan ngotot.
Jika manusia sudah mengidap penyakit sok ini, dia tidak akan pernah menyadari kesalahannya. Ia selalu merasa benar, padahal nyata-nyata salah dan ia tidak mau meminta maaf atas kesalahannya. Jika masing-masing pihak merasa paling benar, maka akan mulai terputuslah tali silaturahim dan ia tidak berhak mendapatkan syurga kendati sudah memeliki kuncinya. Laa yadkhulu al-Jannata Qaththi’un al-Rahim (Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan tali silaturahim).
Allah berfirman: “Sejelek-jeleknya makhluk (binatang) disisi Allah adalah mereka yang pekak dan tuli (sok), yang tidak mengerti apapun”. (QS Al-Anfal [8]:22).
Wa Allahu a’lam.

(H.M. Sibawaeh dikutip dari Ustadz Kusen MA; hikmah)